Budidaya Tanaman Mete

pohon jambu meteKarena mete hanya bisa panen setahun sekali, maka para petani menyiasati budidaya tanaman mete dengan melakukan tumpang sari pada lahannya, supaya ada hasil sampingan. ”Mereka menanam jagung, ketela, ubi dan kacang di sela-sela pohon mete,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Wonogiri, Ir Sri Jarwadi.

Meskipun demikian petani tetap mengusahakan budidaya tenaman mete secara baik, lanjutnya. Tak hanya dibiarkan tumbuh begitu saja, tapi dilakukan pembibitan secara berkala. Pembibitan itu dilakukan lewat kerja sama antara Dinas dengan kelompok tani mete yang ada di 25 kecataman Wonogiri.

Ada empat kecamatan yang menjadi penghasil mete terbesar di Wonogiri, yaitu Kecamatan Jatiroto, Sidoharjo, Ngadirojo dan Jatisrono. Empat kecamatan itu menjadi proyek percontohan dari kecamatan lain dan daerah luar Wonogiri.

”Pembibitan ini untuk peremajaan tanaman mete,” tutur dia. Meskipun keberadaan tanaman mete sebagai sampingan, Jatiroto sebagai kecamatan nomor satu yang mempunyai tanaman mete paling banyak di Wonogiri, yaitu 3.699 pohon ini. Tanaman itu dibudidayakan oleh oleh 1.357 KK. Menurut Camat Jatiroto, Panji Titoyuwono, 1000 lebih KK tersebut, selama beberapa tahun lalu serius membudidayakan tanaman multiguna itu. Dan hasilnya pun hingga saat ini bisa dirasakan oleh para petani.

”Biasa panen menjelang Hari Raya, dan hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan. Namun sayang, selama tahun 2010, warga kami tidak merasakan penan seperti tahun sebelumnya, karena anomali cuaca,” tuturnya. Tanaman mete bisa hidup di mana pun di kawasan Wonogiri dengan pertumbuhan yang terbilang cepat. Dalam pengelolaannya, hingga saat ini, warga Jatiroto masih mengandalkan cara-cara alami.