Kacang Mede Kembali Diburu

kacang medeMenjelang Lebaran, kacang mede, salah satu camilan favorit ini mulai diburu pembeli. Pedagang kacang mede di lantai dua Pasar Jatisrono, Wonogiri mengaku mulai mengalami lonjakan permintaan.

Nyonya Suparti, salah satu, pedagang kacang mede di Pasar Jatisrono mengatakan pekan ini sudah mulai ada kenaikan penjualan. Jika di hari biasa, dia mengaku penjualan kacang mete di kiosnya tidak menentu, menjelang Ramadan, ia bisa menjual hingga 15 kilogram per harinya.

“Pada saat ramai-ramainya di pertengahan Ramadan atau setelah dua minggu puasa, penjualan per hari bisa sampai 25 kilogram,” ujarnya saat ditemui di kiosnya .

Dia mengatakan, meningkatnya permintaan kacang mede juga dibarengi dengan kenaikan harga kacang mete. Selain karena momen Lebaran, kenaikan harag tersebut, menurut dia, juga sebagai imbas dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Jika sebelumnya per kilogram hanya dibanderol dengan harga Rp 70.000, kini sudah mencapai Rp 80.000.

“Ada juga yang harga Rp 95.000 dan Rp 115.000 per kilogram, hampir semuanya naik, rata-rata naiknya Rp10.000 per kilogram,” kata dia.

Ia menambahkan harga tersebut biasanya akan kembali naik mendekati Lebaran nanti seiring dengan makin meningkatnya permintaan. Menurut dia kenaikan bisa mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

“Untuk harga Rp80.000 bisa sampai Rp90.000 hingga Rp95.000 di tengah-tengah puasa nanti,” kata dia.

Selain kacang mete, emping bumbu di kiosnya pun sudah mulai ramai diburu. Dia mengaku, jika biasanya ia hanya mampu menjual beberapa bungkus saja setiap harinya, kini per hari dia bisa menjual hingga 30 bungkus kemasan empat ons yang dibanderol dengan harga Rp 16.000.