Manfaat Kacang Mete Untuk Industri

manfaat kacang mete untuk industriEkspor produk mete Indonesia, sampai saat ini masih didominasi dalam bentuk gelondong (94,44%). Sedangkan dalam bentuk kacang mete relatif kecil yaitu hanya 5,56%. Pada posisi ini, sebenarnya Indonesia pada posisi merugi karena hilangnya nilai tambah dari pengolahan gelondong mete (kulit gelondong setelah dipisahkan dari kacangnya) menjadi Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) sebagai bahan baku industri.

Manfaat kacang mete untuk industri yang dimaksud yaitu penggunaan CNSL secara luasĀ  diantaranya industri cat, minyak rem, vernis, industri ban, bahan kanvas rem, dan industri lainnya. Bahkan diduga masih terdapat sekitar 200 jenis industri yang menggunakan CNSL sebagai bahan baku atau bahan aditif. Salah satu langkah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan agaroindustri mete yaitu mengarahkan petani/produsen disamping untuk memproduksi kacang mete, juga memanfaatkan praoduk samping seperti memanfaatkan dan mengolah buah semu menjadi aneka produk makanan maupun mengolah kulit mete/gelondong menjadi CNSL dengan harapan dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatani petani/produsen jambu mete.

Seperti halnya kacang mete, peluang eskpor CNSL masih sangat terbuka. Data International Trade Center (ITC) menunjukkan bahwa kebutuhan Amerika Serikat mencapai 7.420 ton CNSL yang sebagian besar masih dipenuhi dari India dan Brazil. Di Indonesia usaha pengolahan CNSL belum berkembang, bahkan belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Padahal bahan bakunya cukup tersedia dan pemasarannya diketahui sangat prospektif ke berbagai negara.